Sabtu, 26 Maret 2022

Hindari Pelaku Begal Payudara Perempuan Diminta Waspada Saat Melintas di Jalan Ini Saat di Pekalongan

SHARE


 

Kapolres Pakalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria saat tunjukan barang bukti tindak pelaku begal payudara.Foto: Sindikasi Media/Tribratanews.jateng


Sindikasi Media, Pekalongan – Hindari resiko menjadi korban begal payudara, Kapolres Pekalongan meminta perempuan lebih waspada saat melintas di ruas jalan tertentu.

Kepaspadaan, tambah Kapolres Pekalongan, diperlukan khususnya bagi perempuan saat melintas di jalan sepi dimana kanan kirinya adalah persawahan.

Tidan kejahatan jenis apapun ungkap Kapolres, berpotensi dialami perempuan saat melintas di jalan sepi seperti disekitar persawahan dan jauh dari permukiman.

Tidak saja pembegalan, namun ungkap Kapolres Pekalongan, tindak kriminal seperti begal payudara yang dilakukan pelaku pelecehan seksual juga berpotensi menimpa perempuan yang mengendarai motor di jalan sepi.

Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria mengungkapkan seperti kasus pelecehan seksual yang dialami QN perempuan berusia 19 tahun menjadi korban pelecehan seksual berupa begal payudara saat hendak pulang ke Desa Sumubkidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Korban diremas payudaranya oleh terduga pelaku MAN pria berusia 36 tahun saat pulang dari kuliah mengendarai motor bersama rekannya.

“Bersama teman kuliahnya pulang kuliah menaiki sepeda motor hendak pulang ke rumah di Desa Sumubkidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan,” ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria.

Pelaku pelecehan seksual begal payudara yang menyasar perempuan pengendara motor yang melintas di jalan raya berhasil ditangkap jajaran Kepolisian.

Pelaku begal payudara berinisial MAN ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatanya yang membuat perempuan pengendara motor di jalan raya dengan meringkuk di sel tahanan.

Pengungkapan kasus begal payudara dengan sasaran perempuan pengendara motor ditangkap oleh tim Polres Pekalongan.

Tersangka MAN pria berusia 36 tahun menjalankan aksinya dengan meremas payudara perempuan pengendara motor di wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Polisi berhasil mengamankan seorang pelaku pelecehan seksual di wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan berupa begal payudara dengan tersangka berinisial M.A.N, 36 tahun.

Tersangka MAN pelaku begal payudara perempuan pengendara motor diketahui merupakan warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Penangkapan tersangka terungkap dalam gelar kasus yang dilakukan Kepolisian Polres Pekalongan. Pengungkapan kasus begal payudara, dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria dalam konferensi perss di Mapolres Pekalongan, Rabu 23 Maret 2022.

Dalam keteranganya, Kapolres Pekalongan menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan polisi dari hasil laporan korban QN perempuan berusia 19 tahun.

Begal payudara dilakukan tersangka Rabu 16 Maret 2022 sekira pukul 19.00 Wib.

“Saat Korban berinisial QN, 19 tahun bersama teman kuliahnya pulang kuliah menaiki sepeda motor hendak pulang ke rumah di Desa Sumubkidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan,” ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Dr Arief Fajar Satria.

Selama perjalanan saat melintas di jalan Desa Tengengwetan Korban QN dan temannya di buntuti orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Honda Beat warna Biru putih G-21XX-B .

“Pada saat sampai di jalan sepi, yang kanan kirinya areal persawahan sebelah timur SD (Masih ikut jalan Desa Tengengwetan), tiba-tiba diduga pelaku memepet sepeda motor yang dikendarai Korban, dan saat itu juga pelaku menggunakan tangan kiri meremas payudara Korban sebelah kanan , setelah itu pelaku kabur meninggalkan Korban,” ungkap Kapolres Pekalongan.

Pada saat kejadian Korban berusaha mengejar pelaku namun kehilangan jejak di jalan yang menuju arah Desa Tegalontar. Atas kejadian tersebut Korban melaporkan kepihak kepolisian guna untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Saat ini polisi tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna untuk pengembangan. Dan untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 289 KUHP yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” ucap Kapolres Pekalongan AKBP Arief.

Pihaknya pun megimbau kepada masyarakat khususnya kaum wanita agar menghindari jalan-jalan yang sepi terlebih saat malam hari.

Sebab bisa mengundang aksi kejahatan. Dan apabila ada masyarakat yang mengalami kejadian serupa maupun tindakan kejahatan yang lain, agar segera melaporkan kejadian tersebut kepihak yang berwajib sehingga nantinya pihak kepolisian akan melakukan tindakan untuk menangkap pelaku.

SHARE

Author: verified_user

0 comments: