Sabtu, 12 Maret 2022

Go Internasional Madu Lokal Berkat Lapak Ganjar

SHARE

 

Proses produksi madu di Magelang.Foto: Sindikasi Media/Humas Provinsi Jateng

Sindikasi Media, Magelang - Siapa sangka, madu produksi lokal Magelang bisa berebut pasar luar negeri atau go internasional? 

Hal ini yang dialami Wijaya Madu Borobudur Magelang. Madu produksi rumahan pelqku UMKM Magelang itu mampu terbang ke mancanegara berkat Lapak Ganjar.

Lapak Ganjar sendiri merupakan ruang promosi online bagi UMKM, yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Akun yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yakni Lapak Ganjar hadir secara tematik setiap sepekan sekali. 

Pelaku UMKM di Jawa Tengah yang terpilih akan dipromosikan dengan cara ditampilkan di instastory Gubernur langsung.

Aklis Nurdiansyah, pemilik usaha Wijaya Madu Borobudur mengatakan merintis usahanya sejak tahun 2019 lalu. 

Bertepatan masa pandemi, madu banyak diminati masyarakat untuk meningkatkan imun tubuh guna melawan Covid-19.

Namun saat itu, permintaan hanya datang dari sekitaran Borobudur, Kabupaten Magelang baik warga lokal maupun wisatawan.

Selama ini, ia mempromosikan produknya melalui akun media sosial pribadinya. Baik facebook, instagram, dan watshapp.

Lalu, ia berinisiatif untuk mengikutkan Lapak Ganjar. Alhasil, produknya lebih luas dikenal, bahkan sampai ke luar negeri. Seperti Swiss dan Belanda.

"Produk madunya itu semakin dikenal di berbagai daerah di luar Jawa," ungkapnya.

"Pasar seperti Sumatra, Kalimantan, Papua dan Batam. Bahkan ada salah seorang pengusaha di Magelang yang membawa produk madunya untuk dijual di Swiss dan Belanda," ujarnya saat ditemui di rumahnya Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, beberapa waktu.

Aklis bahkan sempat kuwalahan untuk memenuhi banyaknya permintaan. Ia harus membagi stok madunya di antara daerah-daerah konsumennya. 

Mulanya, ia hanya bisa menjual 10 botol per hari, dan saat ini bisa menjual 40 botol per harinya.

"Pernah kita stop karena stok terbatas dan permintaan banyak. Akhirnya kita harus bagi untuk daerah-daerah pembeli," tuturnya.

Hingga saat ini, Aklis terus mengembangkan usaha madunya baik secara kuantitas maupun kualitas.

"Usaha ini melibatkan dua orang teman saya. Yakni pemburu lebah dan petani lebah," tambahnya.

"Untuk mendapatkan madu yang berkualitas, lebah ini kita taruh di atas Bukit Menoreh yang masih bisa menyerap sari-sari bunga alami," terangnya.

Dari pengalamannya itu, Lapak Ganjar sangat membantu UMKM untuk maju. Bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan seluruh UMKM di Indonesia.

"Di tengah kesibukannya, Pak Ganjar masih peduli kepada UMKM kecil," tandasnya.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: