Rabu, 02 Februari 2022

Walikota Semarang Pastikan Perayaan Imlek di Semarang Sesuai Prokes

SHARE

  

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi keliling sejumlah pusat kemeriahan perayaan Imlek 2573 untuk memastikan perayaan Imlek sesuai protokol kesehatan.Foto: Sindikasi Media/Humas Kota Semarang

Sindikasi media, Semarang- Walikota Semarang, Hendrar Prihadi pantau langsung pelaksanaan Imlek di tengah pendemi Covid di Kota Semarang.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi keliling sejumlah pusat kemeriahan perayaan Imlek 2573 untuk memastikan perayaan Imlek Ibu Kota Jawa Tengah tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Tidak saja menunggu info dari jajaran, namun Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang juga dipanggil dengan nama Hendi menyempatkan berkeliling ke sejumlah Klenteng, seperti Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Tjie Lam Tjay, Klenteng Grajen, dan Klenteng Sam Poo Kong.

" Sama-sama kita memastikan situasi klenteng berjalan dengan baik, kemudian jemaatnya juga bisa menjalankan ibadah dengan lancar, khidmat," ungkap Walikota Semarang, Hendrar Prihadi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpindan Daerah Kota Semarang.

Tidak sebatas penerapan prokes, saat melihat langsung kondisi di sejumlah klenteng di Kota Semarang, Walikota Semarang, juga mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan vaksinasi di salah satu Klenteng, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek.

"Menarik di Tjie Lam Tjay ada vaksin booster yang disiapkan kerja sama klenteng dengan Dokkes nya Polda Jateng. Ada 1.000 vaksin yang disiapkan," ungkap Hendrar Prihadi.

Menurut Hendi, vaksin booster menjadi kontribusi luar biasa untuk Kota Semarang. Pasalnya, tambah Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat ini angka kasus Covid di Kota Semarang mulai mengalami kenaikan.

"Tapi kalau percepatan vaksin terus dilakukan, Insyaa Allah persoalan Covid ini bisa kita selesaikan dengan baik," lanjut Hendi.

Tercatat, saat ini kasus Covid di Kota Semarang sebanyak 68 orang. Perbandingannya, terang Hendi lebih banyak yang dari dalam Kota Semarang, yaitu 48 orang, sedangkan 20 orang dari luar kota Semarang.

"Tapi umumnya tingkat kesembuhannya juga cepat, seperti contoh yang kemarin 25 dari hasil tracing positif, tapi yang sembuh 11. Jadi yang sembuh maupun yang kena Covid hari ini jumlahnya sama-sama berimbang," ungkap Hendrar Prihadi.

Abai protokol kesehatan, menurut Hendi menjadi penyebab kenaikan kasus Covid yang terjadi di Kota Semarang, terutama masuknya dari para pelaku perjalanan. Beberapa contoh masyarakat yang terkena umumnya berasal dari luar kota atau dari perjalanan jauh.

“Jadi saya berharap masyarakat Semarang supaya tetap disiplin dalam prokes kemudian juga menyempatkan waktu untuk segera melakukan percepatan vaksin baik V2 maupun booster,” harap Hendi, dalam rilisnya, Rabu 2 Februari 2022.

Dirinya pun menghimbau warga masyarakat untuk tidak perlu risau dan tidak perlu galau tetapi tetap harus waspada. "Ini Covid-nya belum selesai, maka prokes dan vaksin menjadi sebuah upaya kita untuk bisa menyelesaikan persoalan Covid yang ada di Kota Semarang," pungkas Walikota Semarang.(FWP/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: