Selasa, 08 Februari 2022

Walikota Hendrar Prihadi Minta Mall di Semarang Kembali Terapkan Peduli Lindungi

SHARE

 

Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersama Forkopinda
 Saat melihat salah satu pelayanan publik.Foto: Sindikasi Media/Humas Pemkot Semarang

Sindikasi Media, Semarang- Seiring naiknya kasus Covid-19, Kota Semarang kembali terapkan pembatasan kegiatan masyarakat.

Pembatasan salah satunya dilakukan pemerintah Kota Semarang dengan meminta mall dan pusat perbelanjaan kembali tertib.

Tidak saja jumlah kunjungan, Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta mall kembali terapkan Peduli Lindungi bagi pengunjung.

Pelaku usaha diminta tertib memberlakukan pembatasan seiring Pemerintah Kota Semarang kembali gelar pembelajara jarak jauh.

"Kebanyakan sekarang kita boleh masuk mall tanpa peduli lindungi. Nanti akan dicek, akan kita tertibkan lagi," tegas Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. 

"Kepala Satpol tadi sudah laporan sama saya, bulan Februari ini gas pol pemerintah kota, TNI, POLRI akan muter - muter," imbuh Hendi sapaan akrab Walikota Semarang.

Langkah tertib menjadi salah satu bagian dari upaya menekan lonjakan ketiga kasus Covid-19 di Kota Semarang, Senin 7 Februari 2022.

Tak hanya akan menggiatkan operasi yustisi pada pusat perbelanjaan di Kota Semarang, dia pun mengungkapkan upaya penegakan prokses hingga ke tingkat Kelurahan. 

Walikota Semarang yakin, penegakan prokes menjadi salah satu cara efektif dalam memutus mata rantai Covid-19. 

"Di bulan Januari sempet agak kendor, maka dari sekarang saya memastikan teman - teman di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan akan kembali fokus," tambah Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Tidak saja di lingkungan mall dqn kegiatan masyarakat, namun dalam kinerja stag Pemerintah Kota Semarang sendiri, Hendi menyebut telah mengeluarkan larangan bagi pejabat dan seluruh ASN untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Adapun untuk kunjungan kerja ke luar kota, Hendi menekankan juga melakukan pembatasan. 

"Untuk kawan - kawan pemkot, satu, tidak boleh ada kunjungan ke luar negeri, yang kedua tidak boleh ada rombongan besar yang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, cukup rombongan kecil, dan itu saja untuk yang sifatnya penting," tegas Hendi.

Di sisi lain, terkait meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Semarang, Hendi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, namun tidak panik.

Pasalnya menurut Walikota Semarang itu, dalam pengamatannya varian omicron tidak sedahsyat varian delta. 

Politisi PDI Perjuqngan menuturkan meski kasus Covid meningkat, namun tingkat keterisian isolasi terpusat dan rumah sakit belum seperti saat Kota Semarang menghadapi varian Delta. 

Ditambah lagi Hendi belum mendapat laporan terkait adanya kasus meninggal karena varian omicron.

"Bedanya begini kawan - kawan sekalian, memang angkanya naik kenceng gitu ya, tapi kalau dibandingkan varian delta, tingkat keterisian rumah sakit dan isoternya tidak seperti pada saat varian delta," terang Hendi. 

"Prinsipnya angka memang semakin naik, tapi belum sedahsyat varian delta, termasuk angka kematinnya. Di Kota Semarang sendiri ada saat ini sudah ada dua kasus meninggal, tapi itu karena varian delta, lansia, dan komorbid," paparnya.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: