Minggu, 06 Februari 2022

Sebanyak 1.093 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Empat Lawang

SHARE


Banjir merendam lima desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatra Selatan.Foto: Sindikasi Media/Dok BNPB


Sindikasi Media, Jakarta- Banjir merendam lima desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatra Selatan. 

Banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20 - 100 sentimeter itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang pada Sabtu 5 Februari 2022, pukul 18.00 WIB.

Abdul Muhari, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menjelaskan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, banjir masih menggenangi wilayah terdampak. 

Lima desa tersebut di antaranya Desa Padanggelai, Desa Muara Rungga, Desa Padang Bindu, Desa Muara Sindang dan Desa Nanjungan.

Anggota BPBD Kabupaten Empat Lawang  bersama unsur TNI/Polri dan lintas instansi terkait telah berada di lokasi kejadian untuk kaji cepat, pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait percepatan penanganan banjir tersebut.

Hasil asesmen sementara, banjir tersebut menyebabkan 1.093 KK terdampak. 

Tidak ada laporan warga yang terluka akibat peristiwa ini. 

Sedangkan dampak kerugian material, BPBD setempat mencatat rumah terendam sebanyak 1.078 unit, 1 unit fasilitas rumah ibadah rusak serta aset warga yang berupa 244 hektar lahan pertanian ikut terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatra Selatan yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang hingga Selasa 8 Februari 2022.

Sebagai bentuk respons dari adanya prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BPBD Provinsi Sumatera Selatan telah meneruskan informasi peringatan dini.

Peringatan dini seperti potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hudrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: