Senin, 07 Februari 2022

Pembuat Penjual Miras Oplosan di Jepara Ditangkap. Oplosannya Sebabkan 9 Peminum Tewas

SHARE

Pedagang ditangkap Polres Jepara lantaran miras oplosan mengakibatkan 9 orang meninggal dunia.Foto: Sinfikasi Media/Polres Jepara

Sindikasi Media, Jepara - Kepolisian Resor (Polres) Jepara Polda Jawa Tengah menangkap satu orang penjual miras oplosan.

Pedagang ditangkap Polres Jepara lantaran miras oplosan yang dia jual mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia. 

Satu orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jepara berinisial P yang membuat serta menjual miras oplosan, Senin, 7 Februari 2022.

Kapolres Jepara AKBP Warsono S.H. S.K., M.H, mengatakan penangkapan tersangka terkait adanya laporan dari perangkat desa melaporkan ada 3 orang meninggal dunia akibat minum miras oplosan. 

Dari laporan tersebut, Polres Jepara melakukan penyelidikan dan menemukan fakta menetapkan satu orang P sebagai tersangka.

Tersangka P ditangkap atas status pemilik warung angkringan yang menjual miras oplosan.

"Kejadian ini terjadi pada hari Senin 31 Januari 2022, mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, diantaranya 2 meninggal dirumah, 7 meninggal di Rumah Sakit," kata Kapolres Jepara AKBP Warsono S.H. S.K., M.H

Dalam penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 4 jerigen etanol perjerigen 5 liter, 1 jerigen alkohol kadar 96 persen. berisi 20 liter.

Polres Jepara juga mengamankan bahan miras oplosan berupa satu dirigen berisi 12 liter etanol, pengulur kadar alkohol, satu botol miras oplosan, satu teko ukur, 6 teko plastik, 20 botol air mineral bekas miras oplosan, satu botol perasa kopi, corong, saringan, beberapa gelas cangkir.

Lebih lanjut Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi, mengatakan Polres Jepara memeriksa dua TKP yaitu warung dan rumah tersangka.

"Dari dua TKP tersebut didapat sejumlah barang bukti tersangka pembuat miras oplosan," tambahnya.

Tersangka mengaku usaha miras oplosan 6 bulan, diajari seseorang warga mambak, bahan miras oplosan didapat dari semarang, dan didapat juga dari onlineshop penjualnya tertulis Kota Depok.

Tersangka mengatakan pada saat kejadian malam itu ada kurang lebih 30 orang yang minum miras oplosan.

Dari kasus tersebut tersangka disangkakan Pasal 20 KUHP / pasal UU 146 no 18 2012 / pasal 196 no 36 tahun 2009 kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: