Selasa, 22 Februari 2022

Mengejutkan. Walikota Hendrar Prihadi Larang Warga Semarang Makan Daging Anjing

SHARE

  

Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam suatu acara.Foto: Sindikasi Media/Humas Pemkot Semarang


Sindikasi Media, Semarang – Kejutan dari Kota Semarang. Walikota Hendrar Prihadi keluarkan keputusan mengejutkan. Walikota keluarkan surat melarang masyarakat makan daging anjing.

Larangan makan daging anjing oleh Walikota Semarang, dikeluarkan secara resmi dengan menerbitkan surat edaran untuk melarang peredaran daging anjing untuk konsumsi di wilayah ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Tidak hanya untuk dimakan, Walikota Semarang yang sering dipanggil dengan nama Hendi, menyebutkan daging anjing yang biasanya disuguhkan dalam bentuk rica-rica guguk, atau sate balap dilarang setelah keluar Surat Edaran Nomor B/ 426/ 524/ I/ 2022.

Suarat edaran pelarangan makan daging anjing, Surat Edaran Nomor B/ 426/ 524/ I/ 2022 tentang Pengawasan Terhadap Peredaran atau Perdagangan Daging Anjing, Walikota Semarang dikarenakan Hendi ingin lebih menjaga kesehatan masyarakatnya.

Pasalnya, ungkap Walikota Semarang, mengingat konsumsi daging anjing dan hewan liar lain dapat beresiko menyebarkan penyakit dan virus.

“Untuk sementara yang kita lakukan adalah langkah pencegahan dengan tidak menerbitkan sertifikat veteriner, atau keterangan produk asal hewan dari daging anjing, serta tidak menerbitkan surat rekomendasi daging anjing, dan memperketat lalu lintas perdagangan daging anjing melalui operasi pasar,” tekan Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Selain menerbitkan surat edara, Hendi juga melakukan langkah pencegahan, penyitaan, peringatan, sosialisasi, serta edukasi melalui koordniasi dengan Balai Uji Laboratorium, balai veteriner, pengujian mutu, dan juga pihak kepolisian.

Meski jual beli daging anjing di Kota Semarang tak banyak terjadi, namun Walikota berharap aturan dapat menjadi upaya preventif ke depannya.

Untuk dirinya melalui Dinas Pertanian Kota Semarang juga berencana untuk lebih serius mengatur larangan ini dalam bentuk Perda.

Diharapkan dengan adanya peraturan daerah, Pemerintah Kota Semaran dapat lebih memberikan penegakan hukum berupa pemberian sanksi kepada warga masyarakat, yang secara langsung terlibat dalam perdagangan atau jual beli daging anjing di wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menyebutkan jika pelarangan peredaran daging anjing untuk konsumsi menjadi penting, karena menjadi bagian dari upaya dalam menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis yang berbahaya bagi manusia.

"Apalagi anjing yang notabene bukan hewan ternak, dalam prosesnya hingga dikonsumsi lebih ke arah penyiksaan, misalnya dilakukan di kolong, dengan dipukul dulu tanpa disembelih,” ungkap Hernowo.

Di sisi lain, perwakilan Dog Meat Free Indonesia, Adhy mengapresiasi respon cepat Kota Semarang dalam pelarangan edar daging anjing ini. Dirinya berharap Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi inisiator dan percontohan bagi daerah lain dalam memberikan perlindungan bagi hewan non ternak seperti anjing.

Dijelaskan pula olehnya, jika Kota Semarang menjadi ibu kota provinsi pertama di Indonesia yang secara resmi bersikap melarang perdagangannya dagingnya anjing.

Sedangkan untuk di tingkat kota kabupaten sendiri, Kota Semarang merupakan wilayah ke-4 yang mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan tersebut, setelah Kabupaten Karanganyar, Kota Salatiga, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Malang.

Penerapan kebijakan ini juga didasarkan pada edaran dari Kementerian Pertanian tahun 2018 lalu untuk melakukan pengawasan peredaran daging anjing.

Kedepan, Hendi dan jajaran juga akan melindungi peredaran daging hewan non ternak sebagai bahan pangan, seperti daging ular, trenggiling dan hewan lain tak sebatas anjing.(Wfp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: