Senin, 07 Februari 2022

Marak Penipuan Bermodus Investasi, Polres Demak Ungkap Penipuan Lampu Penerangan

SHARE

 

Polres Demak mengungkap proyek fiktif pengadaan lampu penerangan jalan.Foto: Sinfikasi Media/Polres Demak


Sindikasi Media, Demak - Polres Demak menangkap tersangka kasus penipuan dengan modus proyek fiktif. 

Pelaku penipuan investasi proyek fiktif diungkap Polres Demak Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 377 juta.

Investasi proyek fiktif, diungkap Polres Demak lengkap dengan sejumlah barang bukti.

"Pelaku RM yang mempunyai ide penipuan untuk proyek fiktif sudah kami lakukan penahanan berdasarkan laporan dari korban SR ke Polres Demak pada tanggal 2 Februari 2022, bahwa korban merasa di tipu di gelapkan uangnya," kata Kasat Reskrim Polres Demak AKP Agil Widiyas Sampurna saat konferensi pers di Polres Demak, Senin 7 Februari 2022.

Kasqt Reskrim Polres Demak menjelaskan, penipuan proyek fiktig dilakukan tersangka sejak Mei 2021.

Tersangka menawari korban berinvestasi di proyek fiktif pengadaan lampu penerangan sepanjang Jalan Raya Demak - Kudus.

"Korban tergiur karena di tawari proyek hibah dengan modal sedikit," ungkap Kasat Reskrim Polres Demak.

"Kemudian pelaku menjanjikan keuntungan sebesar 30% dari uang yang dikeluarkan dan keuntungan akan di bagi dua. Pelaku juga berjanji akan mengembalikan uang korban jika proyek tidak berjalan," jelas Kasat Reskrim.

Diketahui awalnya korban di minta menyerahkan uang sebesar Rp10 juta kepada pelaku dengan alasan untuk operasional proyek. 

Setelah itu korban menyerahkan uang Rp. 150 juta untuk operasional sosialisasi proyek, namun setelah di cek korban tidak ada proyek yang di maksud di wilayah Demak.

"Setelah korban curiga, kemudian pelaku berdalih bahwa uang digunakan untuk proyek di wilayah Subang, Jawa Barat, sehingga korban kembali percaya dan mengirim sejumlah uang sebanyak 17 kali transfer ke rekening pelaku dengan total Rp. 377 juta," ungkapnya.

Pelaku juga diketahui menggunakan hasil uang penipuan untuk keperluan pribadi. Tersangka dijerat dengan pasal penipuan dan atau penggelapan.

"Atas tindakannya, tersangka di kenakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tindak penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman pidana 4 tahun penjara," pungkaanya.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: