Selasa, 22 Februari 2022

Jual Minyak Goreng Palsu. Pedagang Asal Rembang Ditangkap

SHARE

 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi menunjukan minyak goreng palsu yang dijual di Kudus, Jawa Tengah.Foto: Sindikasi Media/Wahyu P

Sindikasi Media, Semarang- Manfaatkan kelangkaan minyak goreng di Jawa Tengah untuk keuntungan sendiri, MNK ditangkap Kepolisian Polda Jateng.

Tersangka ditangkap bersama rekannya belasan jerigen berisi air dijual pelaku sebagai minyak goreng kepada warga Dawe, Kabupaten Kudus. Dalam aksinya, tersangka MNK mengaku pernah  tiga kali menjual minyak goreng ke korban.

“Awal transaksi, pelaku datang menawarkan minyak goreng sambil membawa satu jerigen minyak goreng kapasitas 17 liter. Pelaku menawarkan minyak dengan harga Rp 16.500 per liter,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi, Selasa 22 Februari 2022.

Karena butuh minyak goreng, korban tertarik kemudian membeli barang yang ditawarkan. Bahkan, korban kemudian memesan kembali sebanyak 25 jerigen dengan rincian 20 jerigen warna putih kapasitas 17 liter menggunakan derigen milik korban dan lima jerigen warna biru kapasitas 25 liter menggunakan jerigen milik tersangka.

Bukannya mendapat minyak goreng untuk menggoreng, korban malah mendapatkan air diberi pewarna kuning mirip minyak goreng.

“Semua jerigen diisi air yang dibeli di cucian mobil daerah Kudus seharga Rp 50.000. Untuk mengelabuhi korban, karena jerigen putih diisi air terlihat dari luar putih tersangka menambahkan pewarna makanan warna kuning yang sengaja dibeli,” tambahnya.

Untuk mendapatkan keuntungan, tersangka sengaja mengisi jerigen dengan air baik yang sudah diberi pewarna.

“Agar tidak mencurigakan, maupun tidak diserahkan kepada korban dan saksi dalam kondisi gelap sekitar pukul 18.00 WIB. Karena kondisi gelap saat itu pelapor tidak memeriksa kembali apakah isi derigen tersebut minyak goreng karena siang harinya telah membeli 17 liter,” tambah Kapolda Jateng.

Menjual minyak goreng palsu, aku tersangka telah dilakukan sebanyak tiga kali pada bulan yang sama. Target pasar penjualan minyak goreng palsu dilqkukan di daerah pantai utara pulau jawa yaitu Pati dan daerah Rembang

Tersangka memperdagangkan minyak goreng palsu atau tidak sesuai dengan janji yaitu memperdagangkan minyak goreng curah dalam derigen namun isi dalam jerigen tersebut berisi air yang dicampur pewarna makanan berwarna kuning hingga menyerupai minyak goreng.

 Sebagai barang bukti Polda Jateng menyita satu jerigen kapasitas 17 liter isi minyak goreng asli, 20 jerigen kapasitas 17 liter isi air putih campur pewarna, lima jerigen kapasitas 25 liter isi air putih.

Selain itu, polisi juga menyita uang sejumlah Rp. 600.000 sisa hasil penjualan.

“Dalam sekali melakukan pengoplosan atau pencampuran air dengan pewarna makanan hingga menyerupai minyak goreng, omzet Tersangka mencapai Rp 5.610.000,” aku tersangka.

Tersangka di jerat Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f dan/atau ayat (3) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman pidana penjara paling lama (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000.

“Tersangka juga dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun,” tambah Kapolda.

Dalam gelar kasus, tersangka MNK tidak bisa dihadirkan lantaran dinyatakan reaktif saat dilakukan tes PCR. Sedang tersangka AA tidak banyak memberi keterangan.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: