Selasa, 22 Februari 2022

Gila, di Rembang Minyak Goreng Dibuat dari Sisa Cucian Mobil

SHARE

 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi menunjukan air dengan pewarna yang dijual pelaku penjualan minyak goreng palsu asal Rembang.Foto: Sindikasi Media/Polda Jawa Tengah

Sindikasi Media, Semarang – Nekat benar dua orang yakni MNK dan AA. Mereka memanfaatkan kelangkaan minyak goreng untuk mencari untung pribadi.

Tidak hanya menipu, tersangka MNK dan AA bahkan nekat menjual minyak goreng palsu yang diolah dengan bahan khusus yang ditemukan di sekitar lokasi cucian mobil.

Bukan bahan kimia khusus, namun pelaku yang saat ini mendekam di sel tahanan Polda Jateng membuat minyak goreng menggunakan air sisa cucian mobil.

Untuk mengelabuhi konsumennya, pelaku sengaja mengemas air kotor tersebut dalam jerigen gelap biru sehingga tidak tampak saat dilihat dari luar.

Untuk jerigen warna terang pelaku mengelabuhi korban dengan cara mencampur air dengan pewarna warna kuning sehingga mirip dengan minyak goreng.

Bukan minyak goreng sisa atau sering jelantah bekas dipakai untuk di olah Kembali dan dijual. Namun dua orang penjual minyak goreng palsu di Dawe, Kabupaten Kudus membuat dari campuran air dan pewarna.

Bukan air dari sumber mata air, namun air khusus yang sengaja digunakan pelaku untuk membuat minyak goreng palsu.

Dengan lihai, bahkan pelaku mencampurkan pewarna sehingga air yang dijual secara kasat mata mirip dengan minyak goreng curah.

Air apa yang digunakan pelaku untuk memproduksi minyak goreng palsu yang dipasarkan di Kudus, Pati dan Rembang, dari keterangan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi, minyak goreng palsu itu diproduksi dari air sisa cucian mobil.

“Air cuci mobil, diambil biar terkesan minyak itu sedikit keruh dan hampir mirip dengan minyak,” ungkap Kapolda Jateng, dalam rilis di Direkrimsus Polda Jateng, Senin 22 Februari 2022.

Didampingi Kabid Humas kombes Pol Iqbal, Kapolda Jawa Tengah menjelaskan, air sisa cuci mobil dikemas dalam jerigen dengan penampilan biru gelap. Sedang, jerigen dengan penampang putih bening diisi dengan air dengan campuran pewarna kuning sehingga mirip dengan minyak goreng.

“Buatnya belajar dari teman,” ungkap tersangka AA singkat saat ditanya wartawan.

Manfaatkan kelangkaan minyak goreng di Jawa Tengah untuk keuntungan sendiri, MNK ditangkap Kepolisian Polda Jateng.

Tersangka ditangkap bersama rekanya belasan jerigen berisi air dijual pelaku sebagai minyak goreng kepada warga Dawe, Kabupaten Kudus. Dalam aksinya, tersangka MNK mengaku pernah  tiga kali menjual minyak goreng ke korban.

Untuk mendapatkan keuntungan, tersangka sengaja mengisi jerigen dengan air baik yang sudah diberi pewarna.

“Agar tidak mencurigakan, maupun tidak diserahkan kepada korban dan saksi dalam kondisi gelap sekitar pukul 18.00 WIB. Karena kondisi gelap saat itu pelapor tidak memeriksa kembali apakah isi derigen tersebut minyak goreng karena siang harinya telah membeli 17 liter,” tambah Kapolda Jateng.

Menjual minyak goreng palsu, aku tersangka telah dilakukan sebanyak tiga kali pada bulan yang sama. Target pasar penjualan minyak goreng palsu dilqkukan di daerah pantai utara pulau jawa yaitu Pati dan daerah Rembang

Tersangka memperdagangkan minyak goreng palsu atau tidak sesuai dengan janji yaitu memperdagangkan minyak goreng curah dalam derigen namun isi dalam jerigen tersebut berisi air yang dicampur pewarna makanan berwarna kuning hingga menyerupai minyak goreng.

Tersangka di jerat Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f dan/atau ayat (3) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ancaman pidana penjara paling lama (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000.

“Tersangka juga dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun,” tambah Kapolda.

Dalam gelar kasus, tersangka MNK tidak bisa dihadirkan lantaran dinyatakan reaktif saat dilakukan tes PCR. Sedang tersangka AA tidak banyak memberi keterangan.(Fwp/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: