Sabtu, 29 Januari 2022

Aksi Humanis Polda Jateng Saat Amankan Ratusan Massa GMBI di Mapolda Jateng

SHARE

Aksi humanis yang dilkukan oleh anggota Polda Jateng dengan memberikan pelayanan kesehatan saat pendataan dan pembinaan massa GMBI di Mapolda Jateng, Jumat, 28 Januari 2022
Foto: Bidhumas Polda Jateng
 

Sindikasi Media - Sebanyak 168 anggota ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang terlibat rusuh massa pada aksi unra di Mapolda Jawa Barat tiba di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (28/1) siang. 

Mereka berasal dari beberapa daerah di Jateng ditambah sejumlah massa dari Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jabar.

Kedatangan mereka di Mapolda Jateng adalah dalam rangka pendataan dan pembinaan terkait aksi rusuh mereka saat unjuk rasa di depan Mapolda Jabar pada Kamis, 27 Januari 2022, kemarin lusa. 

Polda Jateng dalam kegiatan tersebut menunjukkan aksi humanis pada massa GMBI. Mereka yang datang diberi perawatan oleh Biddokes Polda Jateng dan selanjutnya diberi makan siang berupa nasi kotak. 

"Alhamdulilah dapat makan dari polisi. Seharian belum makan, Mas,” kata Sarifulloh anggota GMBI dari Kabupaten Brebes usai menerima makanan dari petugas.

Kepada yang beragama muslim juga diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah sholat Jumat di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. Tentunya dengan pengawalan oleh petugas. 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memberikan pesan kepada massa GMBI

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang menemui anggota ormas tersebut menitipkan sejumlah berpesan kepada ratusan anggota GMBI saat dikumpulkan di depan Gedung Ditreskrimum pada Jumat, 28 Januari 2022 siang. 

"Hak kalian menyampaikan pendapat dilindungi oleh undang-undang, dan polisi yang mengamankan itu dalam rangka melindungi kalian semua. Jangan malah dimusuhi,"ujarnya. 

Ahmad Luthfi menambahkan bahwa dalam menyampaikan pendapat di muka umum juga harus menghormati kebebasan hak orang lain. 

"Tidak boleh blokir jalan, merusak fasilitas umum atau fasilitas negara. Serta harus beretika, tidak boleh menyampaikan umpatan dan kata-kata kotor," tambah Kapolda disambut anggukan massa GMBI.

Kapolda meminta dalam pelaksanaan unjuk rasa harus mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar serta aspirasi dapat tersampaikan dengan baik. 

"Dan yang paling utama jaga persatuan dan kesatuan. Tidak boleh memecah belah dan bentrok dengan ormas lain, apalagi melawan petugas yang mengamankan," tegasnya. 

Setelah didatakan, ratusan anggota GMBI akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing dengan pengawalan dari kepolisian. 

"Koordinasikan dengan kepolisian wilayah setempat. Kawal dan antarkan pulang sampai ke depan pintu rumah masing-masing," demikian  Kapolda pada sejumlah pejabat Polda Jateng yang mendampingi jenderal bintang dua itu. (PTJ/Sindikasi Media)

SHARE

Author: verified_user

0 comments: